Ucapan Selamat Natal & Tahun Baru Masehi Kenapa Harus Diperdebatkan

Ketika ada seorang kafir beragama yahudi, berkebangsaan Hunggaria dia menjadi seseorang yang belajar memperdalami agama islam, akan tetapi tidak mendapat Hidayah Islam, namanya Iqnas Ghot Shighor, dalam beberapa riwayat dia ini adalah seorang orientalis yang sangat ‘alim, sampai mati ia beragama yahudi.

Selamat-Natal-&-Tahun-Baru

Akan tetapi uniknya, dalam beberapa riwayat ia hafal Al-Qur’an karena seringya membaca Al-Qur’an, bahkan sudah menguasai 20 tafsir Al-Qur’an, kita terkadang yang mengaku sebagai muslim berteriak “Allahuakbar” hafalan-Nya hanya surah Al-Ikhlas dan An-Nas, sampai ia membaca pada ayat 144 dari surat Al-Imran :

وما محمد الا رسول

Beliau terkejut luar biasa karena membaca asbabunnnuzul-Nya ayat ini (sebab turunya ayat ini) beliau katakan tidak ada seorang murid yang begitu mencintai gurunya melebihi cinta para Sahabat kepada Rasulullah S.A.W, tidak ada seorang sahabat yang begitu mencintai pemimpinya melebihi cinta para sahabat kepada pemimpinya, ia bertanya kenapa ayat ini diturunkan setelah perang uhud, kita mungkin sudah maklum tahu, bahwa diperang uhud ini Rasulullah mengalami kekalahan setelah mengalami kemenangan di perang badar kubro,melihat keadaan genting ini, paska dihimpitnya kaum muslimin dari dua arah,ada seorang pemuda yang tampan yang meninggalkan semua harta kekayaaanya demi hijrah bersama Rasulullah

Baca Juga :
Gapai Ridha Allah dengan Jangan Marah
Bahaya Terlalu Banyak Bersumpah
Museum Rasulullah Segera Dibangun di Kota Depok

Musab bin Umair namanya, yang merasa keadaan sudah genting luar biasa, tapi kita lihat apa yang beliau cari (yaitu Rasulullah) beliau menjadi perisai Rasulullah S.A.W, dengan membawa bendera tauhid, kita harus melindungi nabi, kita harus menjaga agama ini, melihat pengorbanan Mus’ab bin Umair yang begitu gigih, menjaga Nabi mengorbankan anggota tubuhnya terpotong –potong , mengalir darahnya,sampai mendekati ajalnya beliau mengatakan ‘apakah ada seseorang yang akan menjaga Rasulullah S.A.W sebagaimana aku menjaganya’, ketika beliau wafat Rasulullah menangis karena melihat beliau Mus’ab bin Umair tidak memiliki sehelai kain kafan yang cukup untuk menutupi tubuhnya

Begitu gigihnya ia mempertahankan, menguatkan keimananya sampai akhir hayatnya, ada satu doa yang diajarkan Rasulullah S.A.W untuk memohon kepada Allah S.W.T agar Allah berikan kita kekuatan iman, dan agar Allah S.W.T memberikan kita kenikmatan yang terus menerus, dalam satu hadits riwayat Imam Ibnu Hibban Nabi berdo’a :

اللهم اني اسالك ايمانا لا يرتاد ونعيما لا ينفد ومرفقة محمد صلئ الله عليه وسلم في اعلى جنة الخلد

Tiga doa yang kita minta kepada Allah S,W,T, doa yang pertama yang kita minta kepada Allah S.W.T memberikan kita kekuatan iman, maka sudah seharusnya kita sebagai seorang muslim, untuk menjaga keimanan kita, kita harus memiliki prinsip yang sangat kuat, yang kita akan terus jaga dan upayakan sampai ajal memisahkan kita, dalam permasalahan akidah.

Ulama memiliki istilah yaitu Walaa Wal Baroo, Wala berarti cinta kepada kepada orang yang beriman, para ulama. Sedangkan ‘Baroo’ berarti berlepas diri dari berlaku atau tingkah laku non muslim,musrik atau orang-orang kafir, 2 prinsip ini yang kita harus pegang dan terus kita upayakan agar kita bisa menjadi muslim sejati dihadapan Allah S.W.T.

Terkadang kita malu mengakui bahwa diri kita ini adalah seorang muslim, bukan hanya dalam perkataan saja akan tetapi dalam penampilan, gaya hidup, kita lebih senang meniru gaya mereka non muslim yang sedang trendy, ngetop, sedang ngehits

Prinsip yang kedua yang harus kita pegang adalah kita tidak boleh Tasyabbuh fil Aqidah,tasyabbuh artinya meniru gaya hidup penampilan non muslim (kafir) yang itu menjadi menjadi ciri khas atau budaya mereka, didalam kitab Shohih Bukhori ada satu hadits shohih yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar Nabi katakan ;

 من تشبه بقوم فهو منهم

Al-Imam An-Nawawi Al-Bantani mengatakan meniru-niru disini bukan hanya dalam hal negatif saja, akan tetapi dalam hal positif seperti meniru-niru perilaku orang –orang orang Sholih , dengan harapan kita mendapatkan kebaikan (keberkahan) dari diri beliau. lalu ada riwayat hadits lain yang mengatakan :

ليس منا من تشبه بغيرنا

Lalu ada yang bertanya kenapa hanya dengan meniru-niru prilaku mereka, budaya mereka kemudian bisa termasuk golonganya? Al Imam Ibnu Taimiyyah dalam kitabnya “IqthidoShirothol Mustaqiim” beliau mengatakan bahwa ketika meniru dari segi penampilan (lahiriyyahnya) maka bathin kita pun akan ikut kedalamnya, tapi perlu kita ingat bahwa meniru-niru disini adalah sesuatu yang menjadi ciri khas mereka, seperti memakai kalung salib memakai jersey yang bertuliskan salib, lalu ada beberapa yang sudah tidak lagi menjadi ciri khas non muslim seperti memakai dasi, itu masih diperbolehkan, namun ada lagi ciri khas dan ini menjadi ritual mereka, seperti yang dikatakan para ulama, memakai kalung salib, contohnya, memakai atribut merah putih atau sinterklass.

Adahal yang juga bisa mengurangi keimanan bahkan bisa sampai murtad (keluar dari agama) na’udzubillah min dzalik seperti mengucapkan selamat natal, para ulama kalangan Syafi’iyyah yang jelas mengatakan haram, jika seseorang merayakan hari natal, atau hanya mengatakan tahni’ah (selamat natal) seperti yang dikatakan Syekh Khotib As-Syirbini dalam kitabnya “Mugnil Muhtaj” meskipun konsep yang beliau Al-Imam Ahmad Ibnu Hambal sampaikan di dalam kitab “Al-Insof” hal : 234, ada beberapa point yang memperbolehkan jika terdapat maslahah Ar-Rojihah (kemaslahatan yang jelas) seperti yang disampaikan Habib Ali Zainal Abidin yang memperbolehkan pengucapan natal selama tidak ada pengakuan akan agama mereka, juga dalam rangka husnul usroth (menjaga hubungan baik), namun kita tidak perlu mendebatkan-Nya karena jika tidak ada kebutuhan yang mendesak didalam kita mengucapkan selamat natal, maka hal itu jangan sampai kita lakukan.

Sebentar lagi kita akan memasuki 1 januari 2020 menunggu malam pergantian tahun, karena itu menjadi perayaan kebaktian kaum yahudi dan nasrani pada tanggal 1 , meniup terompet nabi katakan هومن امر اليهود itu adalah perilaku kaum yahudi, bukan budaya kita sebagai muslim, lalu ada orang yang memanggil orang sholat dengan memukul lonceng nabi katakan من امر النصارى هو itu adalah perilaku kaum nashrani bukan budaya perilaku kita sebagai seorang muslim, menyalakan petasan menghambur-hamburkan uang itu juga bukan budaya kita, merayakan ulang tahun dengan meniup lilin, berfoya-foya dan bernyanyi dengan alasan meniru artis-artis kita yang ada di tv itu juga bukan budaya kita, tapi budaya kaum majusi (penyembah matahari).

Maka dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan kepada Ummat, bahwa perihal ucapan selamat natal dan perayaan tahun baru masehi sudah tidak perlu lagi menjadi polemik yang diperbincangkan, karena pada dasarnya, usaha kita dalam mempertahankan iman, meninggal dalam keadaan membawa islam, itu sangat sulit, termasuk upaya kita sampai saat ini adalah menjaga akidah (keyakinan) kita agar tidak luntur sebab toleransi kebablasan.

Kita berharap dan terus berdo’a agar Allah jaga kita, keluarga dan bangsakita tercinta ini,dari segala ancaman yang dapat merusak akidah. Allah SWT ambil nyawa kita semua dalam keadaan khusnul khotimah. Amien Ya Rabb.

By : Ustadz A.Faiz Al Haafidz