Saleeha Jabben Muslimah di Angkatan Udara Amerika

FathulGhofur.com. Saleeha Jabeen membuat sejarah baru dalam Air Force atau Angkatan Udara Amerika. Wanita 33 tahun ini menjadi muslimah pertama dalam satuan militer tersebut dengan pangkat letnan dua

Saleeha-Jabben-Muslimah

Dikutip dari Sofmag, Jabeen bertugas di Air Force Chaplain, Department of Defense. Jabeen yang lahir di India menjadi salah satu kandidat chaplain, dalam satuan yang bertanggung jawab atas kebutuhan religius anggota Air Force.

Pimpinan Air Force Chaplain Maj. Gen. Steven Schaick memimpin langsung penunjukan Jabenn . Kehadiran Saleeha Jabeen disambut gembira korps chaplain yang menganggap kebebasan beragama adalah kemenangan bagi semua orang.

Baca Juga :
Jauhi Sikap Sombong Semua Hanya Titipan
Layanan Zakat Fathul Ghofur Cibubur
Dr. Gary Miller Mencari Kesalahan Al Quran Jadi Muslim

“Faktanya aturan Amerika menjamin kebebasan beragama atau tidak, bergantung pada tiap pribadi. Korps chaplain ada untuk membantu tiap penerbang mendapat kebebasan menjalankan agamanya. Adanya Jabeen tidak hanya kemenangan bagi Islam tapi semua agama dan kepercayaan. Saya sangat bangga dengan adanya Jabeen di korps chaplain,” kata Schaick.

Jabeen mendapat dukungan dari Islamic Society of North America untuk menjadi chaplain muslimah pertama. Jabeen selanjutnya harus menyelesaikan pelatihan chaplain dan ditempatkan di satuan tugas sesuai keputusan Air Force untuk membantu para penerbang. Dia berharap bisa terus membantu rekan penerbang dan menjadi inspirasi.

“Saat orang lain melihat semua yang telah dilakukan, saya ingin mereka tahu Tuhan selalu punya rencana. Tugas kita adalah berjalan sesuai rencana tersebut dan menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Selesaikan misi tersebut dengan baik dan jangan menyerah jika ada halangan, dengan tetap menjadi pribadi yang baik dan murah hati,” kata Saleeha Jabeen.

Jabeen mengatakan dirinya kali pertama datang ke Amerika 2005. Awalnya, Jabeen ingin belajar di bidang bisnis dan meraih gelar MBA. Tujuan selanjutnya adalah bekerja setelah lulus dari North Park University. Jabeen datang sebagai seorang mahasiswa internasional.

Sayangnya, Jabeen mengalami perlakukan tidak menyenangkan saat kuliah 14 tahun lalu. Selain itu, pertanyaan seorang mahasiswa asal Rusia mengusik Jabeen yang sedang berkuliah di tahun ke-2. Mahasiswa tersebut bertanya apakah Jabeen benar-benar seorang muslim atau hanya sebatas identitas.

“Saat itulah ada yang berubah dalam diri saya menjadi lebih baik,” kata Jabeen yang kemudian mengambil kuliah di CTU bidang Inter-religious Dialogue. Tujuannya adalah ingin mempelajari Islam dan praktiknya dengan baik.

Saleeha Jabben Muslimah-1

Saat kuliah, Jabeen mendapati dinamika praktik Islam dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat barat. Berbekal kemampuan dan pengetahuannya, Jabeen akhirnya bisa memahami aneka praktik keagamaan di kelompok masyarakat tersebut. Langkah ini menginspirasinya kuliah bidang psikologi, sambil tetap meneruskan pendidikan inter-religious dialogue.

Jabeen berharap bisa menjadi konselor setelah menyelesaikan pendidikannya. Setelah satu semester belajar di Trinity Christian College, Jabeen menghadapi masalah biaya kuliah. Dia tak ingin merepotkan ayahnya yang menanggung biaya pendidikan, namun menolak pulang ke India karena belum menyelesaikan pendidikan.

Saat itu, Jabeen terinspirasi mengikuti kakak laki-lakinya yang seorang anggota militer. Jabeen kemudian masuk militer dan bertugas dalam bidang kesehatan. Di sinilah Jabeen banyak bersinggungan dengan korps chaplain hingga tertarik menjadi anggotanya.

Jabeen bersyukur pada Allah SWT atas semua keberhasilan yang diperoleh. Dia juga berterima kasih pada semua orang yang telah membantu secara fisik, mental, emosional, dan spiritual saat dirinya merasa lemah. Saleeha Jabeen percaya semua muslimah bisa melakukan hal yang sama bahkan lebih baik.