Mengenal 6 Rukun Iman

Ajaran agama Islam terdapat “Dua Pilar” penting yang menjadi pedoman hidup bagi seorang Muslim, yaitu Rukun Iman dan Rukun Islam. Rukun iman merupakan pilar keimanan yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Jika Rukun Islam 5 maka Rukun Iman ada 6 Perkara.

6-Rukun-Iman

Iman menurut bahasa artinya membenarkan, sedangkan Iman menurut istilah syariat, maksudnya mengakui dengan lisan (perkataan), membenarkan (tashdiiq) dengan hati dan mengamalkannnya dengan anggota tubuh.

Baca Juga:
Doa Setelah Sholat Wajib, Arab, Latin dan Artinya
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H
Doa Setelah Sholat Tahajud, Arab, Latin dan Artinya
Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H/2020

Hubungan Akhlak Dengan Iman Dan Ihsan dalam jiwa setiap muslim mengalami fase naik dan turun, bertambah dan berkurang sehingga perlu adanya suatu upaya untuk memantapkan iman tersebut sehingga menjadi muslim yang selalu taat dalam beribadah serta bertakawa.

Cara Meningkatkan Iman yaitu dengan rukun iman sendiri berupa iman kepada Allah, iman kepada malaikat Allah, iman kepada kitab-kitab Allah, iman kepada Rasul Allah, iman kepada hari akhir, dan iman pada qada dan qadar

Rukun diibaratkan seperti tiang iman bagi setiap mukmin. Maka, seseorang yang belum miliki atau tidak percaya dengan rukun iman tidak diakui sebagai seorang mukmin.

Rukun Iman Ada Enam perkara:
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada Malaikat-malaikatNya
3. Iman kepada Kitab-kitabNya
4. Iman kepada Para Nabi dan RasulNya
5. Iman kepada Hari Kiamat
6. Iman kepada Qadha dan Qadhar Allah, yang baik ataupun yang buruk

Hadits yang Menjelaskan Tentang Rukun Iman

Hadits yang mendasari adanya rukun iman ini adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Haditsnya cukup panjang jadi akan dicantumkan sebagian saja.

فأخبرني عن الإيمان قال أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره

Artinya: “Maka kabarkan padaku tentang iman, Rasulullah bersabda: Iman adalah bahwa kamu beriman kepada Allah dan malaikatNya, segala kitabNya, dan RasulNya dan hari akhirat serta kamu beriman dengan qadar baik dan buruk.” (H.R. Imam Muslim)

Secara bahasa, iman berarti tashdiq atau membenarkan. Sementara menurut istilah syara’, iman adalah tashdiq bil qalbi atau membenarkan dengan hati semua hal yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Iman juga membutuhkan pengakuan akan hal tersebut dengan lidah atau lisan.

Wallahu A’lam Bish-Shawab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *