Kisah Cinta Luar Biasa Seorang Anak Kecil Kepada Nabi SAW

FathulGhofur.com. Terjadi satu kisah di zaman Syeikh Abdurrahman Ad-Diba’i. Ketika sedang berkumpul dengan orang di kota Zabid (ujung kota Yaman) untuk berziarah ke maqam Sayyidina Muhammad ﷺ di kota Madinah.

Cinta Seorang Anak Kecil

Jarak perjalanannya memerlukan waktu selama 2 minggu. Ketika rombongan tadi hendak bergerak ke kota Madinah datang seorang anak kecil sekitar 8 tahun , wahai Syeikh aku hendak ikut ziarah ke maqam Nabi .

Tapi permintaan anak kecil itu tidak diizinkan oleh Syeikh, karena kau nanti membuat susah, orang hendak ke sini kau hendak kesana. Lalu Syeikh bertanya kepada anak kecil itu, kenapa kau sangat ingin ikut.

Baca Juga :
Lembaga Filantropi Islam di Indonesia Fokus Kembangkan Wakaf
Masjid Cambridge Inggris Arsitektur Unik Ramah Lingkungan
Ingatlah Ini Agar Tetap Optimis dan Bahagia

Lalu anak itu berkata: “Wahai Syeikh percayalah aku sangat rindu dengan Rasulullah “.

Namun Syeikh menjawab: “Sudahlah kau tetap tak boleh ikut.”

Maka berjalanlah rombongan tadi. Setibanya di kota Madinah tepatnya dimaqamnya Sayyidina Muhammad , terkejutlah Syeikh Abdurrahman Ad-Diba’i karena melihat anak kecil itu ada dihadapannya.

“Wahai anak kecil, dari mana kau datang. Bagaimana kau bisa ikut.” Tanya Syeikh

“Ketika kalian berangkat, aku masuk dalam kotak/peti ikut bersama rombongan ziarah ke maqam Sayyidina Muhammad .” Jawab si anak

Syeikh berkata: “aku tidak heran kalau kau masuk peti, tapi selama 2 minggu kau makan dan minum dari mana, Apakah kau tidak makan dan tidak minum?”

“Wahai Syeikh sungguh aku dilupakan dari makan dan minum karena sangat rindu kepada Nabi .” Lanjut anak itu

Anak kecil tadi pun bertanya: “Wahai Syeikh apakah benar tanah ini pernah di pijak Rasulullah ?”

Kata Syeikh: “Ya.”

Kemudian anak tersebut mengambil tanah itu lalu diciumnya tanah tersebut, terus anak kecil itu tiba-tiba jatuh seakan-akan pingsan.

Rupanya anak kecil itu telah wafat. Anak kecil itu di kebumikan di luar kota Madinah karena orang luar. Kemudian kesemuanya terus mengerjakan umrah.

Saat pulang, Syeikh teringat kepada anak tadi, lalu datang menziarahi makam anak itu. Ketika Syeikh melihat keadaan makam itu, menjadi bingung. Karena kubur itu diluar kota Madinah tapi berangsur-angsur bergerak masuk kota Madinah mendekati makam Sayyidina Muhammad Rasulullah .

Maka menangislah Syeikh Abdurrahman Ad Diba’i. Sampai sekarang maqam tersebut masih ada dan maqam tersebut ada di seberang Masjid Nabawi.

“Wahai anak kecil betapa hebat dan mulianya engkau, sewaktu kecil kau rindu hendak ziarah ke maqam Sayyidina Muhammad Rasulullah , dan sewaktu kau wafat kau juga rindu kepada Rasulullah …”

Syeikh Abdurrahman Ad-Diba’i pun menangis di dalam rumahnya:
“Aku ini adalah seorang Imam tapi aku malu melihat kecintaan seorang anak yang sangat mencintai Rasulullah .”
Kemudian sang Imam pun menulis riwayat perjalanan anak kecil tersebut di Maulidnya. Hebatnya cinta anak kecil kepada Habibana Sayyidina Rasulullah .

اللّٰهُمَّ صَــــلِّ وسلّم علے سيدنا مُحمَّـــــدْ وعلے آل سيدنا مُحمَّـــــدْ

“Kitab Maulid Ad-Diba’i”

ماشاء الله تبارك الله

راج الحقير الى الله

By : Ustadz Muhammad Drajat