Kenapa Kita Tidak Pernah Bahagia ?

FathulGhofur.com. Orang yang tinggal di gunung merindukan pantai Yang tinggal di pantai merindukan gunung. Di musim kemarau merindukan musim hujan Di musim hujan merindukan musim kemarau.

Kenapa Kita Tidak Pernah Bahagia

Diam di rumah merindukan bepergian Setelah bepergian merindukan rumah. Waktu tenang mencari keramaian. Waktu ramai mencari ketenangan.

Setelah berkeluarga belum memiliki anak mengeluh setelah memiliki anak mengeluh biaya hidup dan pendidikan. Kita tidak pernah bahagia karena segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki. Namun setelah dimiliki tak lagi menarik.

Kapan kebahagiaan akan didapat kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada namun mengabaikan apa yang sudah dimiliki. Jadilah pribadi yang selalu bersyukur. Bersyukurlah dengan berkah yang sudah kita miliki.

Baca Juga :
Saleeha Jabben Muslimah di Angkatan Udara Amerika
Jauhi Sikap Sombong Semua Hanya Titipan
Layanan Zakat Fathul Ghofur Cibubur

“Bagaimana mungkin selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini? Jangankan bumi menutupi telapak tangan saja sulit. Namun bila daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutuplah bumi!”

Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan di mana-mana. Jangan menutup mata kita walaupun hanya dengan daun yang kecil.

Jangan menutupi hati kita walaupun hanya dengan sebuah pikiran buruk atau negatif. Bila hati kita tertutup tertutuplah semua

Syukuri apa yang sudah kita miliki Karena hidup adalah “waktu yang dipinjamkan” dan Harta adalah: “Anugerah yang dipercayakan”

Bersyukurlah atas nafas yang masih kita miliki. Bersyukurlah atas keluarga dan rumah tangga yang kita miliki. Bersyukurlah atas pekerjaan yang kita miliki. Masih banyak orang yang tidak seberuntung kita